Sunday, 17 March 2013

Civil Engineering Unsyiah


Struktur baja

 
Punya hobby membaca dan kemudian bekerja sebagai dosen. Wah itu seperti pepatah jawa: “tumbu oleh tutup”, kebetulan sekali. Maklum, orang lain melihatnya sepertibekerja, padahal memang hobby-nya.
Kadangkala membedakan antara orang yang membaca dan yang belajar, ternyata berbeda sangat tipis. Lihat saja, kalau ada seorang anak yang terlihat memegang buku-buku fisika atau matematik, orang akan mengatakannya bahwa anak tersebut sedang belajar. Adapun yang dipegang adalah buku komik, atau majalah game, maka disebutlah membaca. Jarang yang menyebutnya sebagai sedang belajar. 
Nah, ternyata membaca dan belajar dapat diidentifikasi dari bahan bacaan yang dipegangnya. Kebetulan hari ini, order-ku dari Amazon telah datang, baru saja tadi pagi aku ambil dari Kantor Pos Bekasi. Inilah bahan bacaan yang aku maksud.
rev_buku
Jadi kalau memegang bacaan seperti buku di atas, apa kata orang kepadaku, membaca atau belajar. Bagiku, membaca dan belajar tidak bisa dibedakan, yang ada adalah apakah bacaannya membosankan atau asyik isinya.
Buku tersebut cukup tebal, yaitu 905 halaman. Kalah deh dengan bukuku yang akan terbit, yaitu hanya sekitar 650 halaman. Buku tersebut dicetak dalam bentuk hardcover, cukup bagus menurutku. Tentang hal itu, aku juga tidak mau kalah, bukuku SAP2000 nanti, ada sekitar 100 buku juga akan dicetak hardcover. Moga-moga mutu cetakannya nanti bisa bersaing dengan mutu cetakan dari buku luar yang baru aku beli ini.
O ya, buku yang baru datang itu berjudul: Ductile Design of Steel Structures 2nd Edition,karangan Michael Bruneau, Chia-Ming Uang dan Rafeal Sabelli. Buku diterbitkan oleh McGrawHill Education, tahun terbitan 2011.
Sudah ada yang punya belum. O ya, ebook-nya aku belum ketemu. Kalau ada yangmenemukannya, share ya link-nya. He, he. . . .
Terus terang aku perlu buku tersebut untuk melengkapi literatur tentang baja. Maklum, salah satu topeng kehidupanku adalah sebagai guru di bidang struktur baja di Universitas Pelita Harapan. Jadi kalau ada yang bertanya sedikit tentang baja, maka mestinya aku bisa memberinya respons, bisa menjawab begitu lho. Dukungan buku adalah penting, karena sampai saat ini aku belum menemukan orang di UPH yang bisa aku ajak diskusi tentang baja secara serius. Kalaupun ada, maka mereka adalah murid-muridku juga. Tahu sendiri khan, kalau sama murid mau diskusi apa.
Eh, nggak juga sih. Beberapa muridku yang mau menyediakan waktu dan mau mengambil tugas akhir tentang baja denganku, bahkan kadang gantian dia yang memberi tahu aku tentang suatu pengetahuan baru. Idenya memang semula dari aku, tapi detailnya dia bisa kembangkan, maklum mereka membaca literatur yang lebih mendalam. Dari situ maka ilmu yang aku punya juga semakin bertambah. Beberapa riset dari murid-muridku tentang baja yang dapat aku banggakan, dan saya kira belum banyak yang melakukan di Indonesia adalah
  • pembuatan kurva grafis perencanaan balok, seperti cara grafis AISC, memakai profil JIS (metrik). ini ada sekitar 30 halaman sendiri, yang dibuat sdr. Yeltsin, asisten pemrograman komputer. Ini level S1. Di sIni ada artikel yang sedikit membahasanya.
  • pengaruh injeksi bahan epoksi pada perilaku sambungan tipe geser dengan baut mutu tinggi, yang mana strategi ini dapat  menghilangkan terjadinya slip. Ini level S2.
  • penelitian tentang pengaruh lubang pada batang tekan. Tahu sendiri khan, di batang tekan tidak dikenal A netto seperti  di batang tarik, adanya hanya A gross. Jadi terkesan tidak ada pengaruh lubang pada perhitungan perencanaan batang tekan, kenyataannya apakah seperti itu. Coba cari literatur yangmembahasnya, yang bahasa Indonesia lagi. Pasti deh, belum ada. Nah, muridku di level S2 telah berhasil menelitinya.
Hal-hal seperti di atas, pelan tetapi pasti telah mulai banyak dilakukan di kampusku, dalam arahanku tentunya.
Terus terang, sampai saat ini aku belum punya partner berkaitan dengan riset-riset tentang baja seperti di atas. Memang betul sih, beberapa saat lalu, aku juga diketemukan dengan orang-orang yang dianggap ahli tentang baja, yaitu saat penyusunan SNI misalnya. Mereka mewakili institusi-institusi di negeri ini, yang dianggap andal berkaitan dengan baja. Tetapi jika ditelusuri lebih lanjut, banyak diantara mereka yang ternyata bukan pengajar baja, apalagi pernah melakukan penelitian baja secara mendalam. Tentang hasil riset yang berupa paper, wah jangan ditanya. Maklum, yang diundang kebanyakan hanya mengandalkan jabatan. Dianggapnya jika yang diundang adalah kajur suatu institusi, maka pembahasan sudah qorum sudah mewakili.
Kalau begitu, diskusinya nggak seru ya pak dalam pembahasan atau rapat seperti itu ?
Nggak juga dik. Maklum orang Indonesia itu khan jarang yang mau mengaku kondisi mereka sebenarnya. Bahkan ada yang baru tahu, kalau dia adalah ahli di bidang tersebut, yaitu dari undangan yang diterimanya. Oleh karena undangan tersebut juga terkait dengan ttd yang membuat sakunya tebal, maka dia berusaha untuk bertindak seakan-akan ahli. Karena semuanya banyak yang seperti itu, maka ketika terjadi diskusi, dan terlihat meriah, maka sukseslah acara tersebut. Yang penting semua happy ketika pulang. Iya khan. :D
Eh koq jadi nglantur. Mari kita kembali ke tujuan semula, yaitu resensi buku baja di atas.
Buku karangan prof Michel Bruneau memang berbeda dengan buku-buku teks tentang baja yang ada, seperti bukunya Segui atau Geschwinder. Kedua buku tersebut cocok bagi pemula. Itulah mengapa keduanya aku jadikan buku pegangan untuk pembelajaran di UPH. O ya, selain ke dua buku tersebut, maka code dari AISC, baik yang 2005 atau yang lebih baru, yaitu versi 2010, merupakan buku wajib untuk dibaca oleh murid-muridku. Kadang-kadang, aku bisa menjelaskan satu istilah kecil di code, tetapi ternyata penjelasannya bisa satu sesi sendiri. Seperti misalnya kata slip, slip-kritisatau prying. Juga shear-lag. Wah seru itu.
Jika buku utama (Segui, Geschwinder dan AISC code) sudah tuntas, maka membaca bukunya prof Michel Bruneau jadi menarik. Maklum, beliau membahas aspek daktail pada baja secara lebih mendetail.
Lho emangnya aspek tersebut penting pak, bukankah yang penting kekuatan dan kekakuan ?
Itulah, di level S1 aspek kekuatan dan kekakuan adalah core utamanya. Lihat saja, analisa strukturnya bahkan sudah diberikan selama 6 (enam) semester, sudah membahas banyak teori, mulai dari Euler, Hooke, cara Cross, cara matrik dsb. Mereka semua hanya membahas tentang kekuatan dan kekakuan. Pembahasan tentang daktail sangat jarang.
Coba ingat-ingat, dosen apa di tempat kamu belajar yang mengungkapkan tentang daktail dalam perkuliahannya. Paling dosen struktur beton, yaitu ketika menjelaskan teori under reinforced section dan sedikit detailing. Tetapi kayaknya hanya itu saja. Juga dosen struktur tahan gempa. Iya khan.
Padahal aspek daktail adalah aspek penting dalam dunia konstruksi. Mau lihat contohnya, jembatan kukar itu roboh karena clamp-nya tidak bisa berperilaku daktail. Nah seperti itulah kondisinya, jika daktail tidak mendapat perhatian yang baik.
O ya, anda pernah dengar dalam perkuliahan beton, bahwa pemasangan tulangan bisa di-arrange sedemikian rupa sehingga layout-nya bisa lebih baik, misalnya jumlah tulangan atas di daerah tumpuan yang terlalu banyak, dikurangi dan ditambahkan pada tulangan bawah di bagian lapangan. Prinsip yang dipegang adalah diperbolehkannya redistribusi momen sebesar kira-kira 20 -30 %.
Pernah dengar nggak statemen di atas. Mengapa itu bisa terjadi. Tanpa mengetahui aspek daktilitas maka tentu susah menjelaskan hal di atas bahwa itu diboleh dilakukan.
Nah di buku tersebut, karena aspek yang dibahas adalah baja maka tentu cerita tentang resdistribusi tulangan tidak ada. Tetapi aspek redistribusi momen dapat dengan mudah diterangkan dengan analisa plastis. Bahkan sampai dijelaskan dalam empat bab.
Bab 3 misalnya isinya adalah Plastic Behavior at the Cross-Section level. Tidak sekedar terhadap lentur murni pada balok, tetapi juga terkait dengan beban kombinasi dengan aksial. Juga kombinasi lentur-geser, atau lentur-aksial-geser. Juga membahas lentur dan torsi. Ada juga lentur biaksial serta penampang komposite.  Bab 3 setebal 62 halaman.
Bab 4, isinya adalah Concept of Plastic Analysis. Isinya cukup lengkap, tidak hanya cara keseimbangan (statical method) atau cara kinematic (virtual work method) atau ada juga theorema shakedown dan yield lines.
Bab 5 isinya adalah Systematic Method of Plastic Analysis, dan juga Bab 6adalah Application of Plastic Analysis.
Yang menarik tentu saja adalah banyaknya bab yang membahas tentang cara plastis. Itu juga dapat menjadi petunjuk bahwa untuk mengenal lebih banyak tentang daktilitas maka menguasai metode plastis adalah sangat penting. Syukurlah, materi analisa plastis aku berikan juga di mata kuliah Struktur Baja 3 di UPH. Padahal, di silabus sebelumnya belum ada. Nah apakah ditempat perkuliahan anda, analisa plastis juga diajarkan. Kalau sudah, syukurlah dosen anda cukup peduli. Jika belum, maka itu perlu dipikirkan. Mata kuliah tersebut merupakan pondasi untuk memahami secara lebih detail tentang daktilitas.
Buku tersebut cukup menjawab dahagaku tentang hal-hal yang belum jelas sebelumnya. Seperti misalnya, mengapa orang-orang jembatan sangat takut dengan pengelasan. Padahal secara teoritis, dan juga dapat dibuktikan dengan eksperimen bahwa suatu batang baja yang di-las, maka ketika dilakukan uji tarik, bagian yang runtuh (rusak) adalah bagian lain yang tidak di-las. Dengan kata lain, dari sisi kekuatan dan kekakuan, maka sambungan las dapat memberi hasil yang memuaskan. Tetapi ketika ditinjau  dari segi daktilitas, ternyata proses pengelasan memberi pengaruh yang tidak baik. Pengelasan tidak bisa dianalogikan seperti menyambung dengan lem (adhesive). Pengelasan dapat memberikan cacat yang berpotensi menimbulkan fatig. Lalu cara mengatasinya, semuanya ada di buku tersebut.
Hal yang cukup penting, adalah mengakaitkan perilaku daktail dengan kemampuan dissipasi energi gempa. Nah disinilah kiranya kekuatan buku ini. Untuk itu maka Bab 7 yang berisi Building Code Seismic Design Philosophy merupakan pengantar untuk menjelaskan hal itu, yaitu kemampuan dissipasi energi gempa.
Nah bab-bab selanjutnya membahas tentang struktur baja di daerah gempa, mulai dari Bab 8 berisi Design of Ductile Moment-Resisting Frame, ini sekitar 135 halaman sendiri. Bab 9 berisi Design of Ductile Concentrically Braced, sekitar 84 halaman. Bab 10 berisi Design of Ductile Eccentrically Braced Frame, sekitar 50 halaman.
Hal yang baru aku lihat ketika di Taiwan adalah tentang Buckling-Restrained Braced Frame, nah materi ini dibahas secara lengkap di BAb 11, yaitu sekitar 37 halaman, relatif sedikit ya. Juga tentang Ductile Steel Plate Shear wall, di Bab 12ada sekitar 90 halaman.
Ternyata masih ada satu bab lain di Bab 13 yang berisi Other Ductile Steel Dissipating Energy.  Bab 14 yang terakhir, berisi Stability and Rotation Capacity of Steel Beams.
Terus terang aku belum sempat membaca secara detail sehingga aku juga tidak bisa membahasnya secara detail pula. Tetapi dari uraian yang aku sampaikan ini dapat memberi gambaran bahwa materi struktur baja masih sangat banyak yang dapat diungkapkan. Tentu saja materi buku ini bukan untuk level S1. Meskipun demikian, bagi level S1 yang sudah lulus khususnya materi yang aku berikan, maka membaca buku ini adalah sangat memberi wawasan.
Hal yang penting setelah membaca buku ini,  adalah semakin yakin saja bahwa materi baja berbahasa Indonesia masih jauh dari memuaskan. Moga-moga obsesiku setelah buku SAP2000 ini diterbitkan, yaitu menulis buku baja berbahasa Indonesia, dapat terwujud
Imal.civil_engineering@yahoo.com
MUSTAFA KAMAL  1204101010155  TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Thursday, 14 March 2013

LAPORAN KERJA PRAKTEK



LAPORAN KERJA PRAKTEK TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS SYIAH KULA

HASIL PENELITIAN


PENELITIAN KEGAGALAN DAN KERUSAKAN JEMBATAN COT IRIE, DARUSSALAM, SYIAH KUALA, BANDA ACEH  

ﺒﺴﻢ ﺍﷲ ﺍﻠرﺤﻤﻦ ﺍﻠرﺤﻳﻢ

KATA PENGANTAR


Assalammu’alaikum Wr.Wb.
          
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt yang mana dengan rahmat dan karuniaNya lah masih memberi kehidupan didunia ini, serta shalawat dan salam penulis sanjungkan kepada nabi Muhammad saw, yang telah membawa kita semua dari alam jahilliah ke alam yang penuh ilmu pengetahuan .
        
Dengan berkat rahmat dan hidayah Allah , akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ” Kegagalan Dan Kerusakan ” terima kasih penulis ucapkan kepada Dosen pembimbing yang telah membina dan mendidik kami, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
   
            Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan tugas ini, maka dari itu penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun agar laporan ini dapat mencapai kesempurnaannya. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.


Wabillaahi taufiq wal hidayah Assalamu’alaikum Wr.Wb.





                                                                                                                        Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN

BAB I  PENDAHULUAN
1.1.       TEORI 

BAB II  PEMBAHASAN
1.1.STUDI KASUS 
1.1.1 Kerusakan pada beton tumpuan 
1.2.REKOMENDASI PENANGANAN 
1.2.1 Rekomendasi penanganan

KESIMPULAN DAN SARAN 
DAFTAR PUSTAKA





  BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Teori
Transportasi merupakan salah satu  kebutuhan yang penting dalamkehidupan sosial ekonomi masyarakat. Hal ini dikarenakan transportasi sangat berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan manusia, baik itu masalah ekonomi, sosial, budaya, maupun
aspek-aspek lainnya yang ada dalam kehidupan masyarakat.Selain untuk memperpendek jarak dan untuk memindahkan suatu objek, transportasi juga berfungsi untuk melancarkan hubungan antara dua atau lebih dari lokasi satu ke lokasi yang lainnya. Salah satu prasarana untuk memperlancar kegiatan transportasi adalah jembatan. Jembatan merupakan suatu bagian  dari jalan raya yang berfungsi untuk menghubungkan jalan yang terputus karena adanya rintangan seperti sungai, danau, lembah, jurang, dan lain sebagainya.
Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route transfortasi melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai saluran irigasi dan pembuang . Jalan ini yang melintang yang tidak sebidang dan lain-lain, jembatan juga mempunyai tingkatan (kelas) dalam melayani lalulintas ringan sampai kelas tingi untuk lalulintas berat, jembatan juga dibagi dalam beberapa jenis seperti jembatan gelagar/pelat beton, jembatan rangka baja, jembatan gantung, jembatan kabel kaku dll.
Mengingat fungsi dari jembatan yaitu sebagai penghubung dua ruas jalan yang dilalui rintangan, maka jembatan dapat dikatakan merupakan bagian dari suatu jalan, baik jalan raya atau jalan kereta api. Berikut beberapa jenis jembatan :
1.Jembatan diatas sungai
2.Jembatan diatas saluran sungai irigasi/ drainase
3.Jembatan diatas lembah
4.Jembatan diatas jalan yang ada / viaduct

Bagian-bagian Konstruksi Jembatan terdiri dari :
1.    Konstruksi Bangunan Atas (Superstructures)
2.    Konstruksi bagian atas jembatan meliputi :
•Trotoir :
-Sandaran + tiang sandaran
-Peninggian trotoir / kerb
-Konstruksi trotoir
•Lantai kendaraan + perkerasan
•Balok diafragma / ikatan melintang
•Balok gelagar
•Ikatan pengaku (ikatan angin, ikatan rem,ikatan tumbukan)
•Perletakan (rol dan sendi).

 Bangunan atas berada pada bagian atas suatu jembatan, berfungsi menampung beban-beban yang ditimbulkan oleh suatu lintasan orang, kendaraan, dll, kemudian menyalurkan pada bangunan bawah.
Bangunan Bawah (Substructures) Konstruksi bagian bawah jembatan meliuputi 1Pangkal jembatan / abutment + pondasi 2 Pilar / pier + pondasi
Bangunan bawah pada umumnya terletak disebelah bawah bangunan atas. Fungsinya untuk menerima beban-beban yang diberikan bengunan atas dan kemudian menyalurkan kepondasi, beban tersebut selanjutnya oleh pondasi disalurkan ke tanah.
Pada umumnya suatu bangunan jembatan terdiri dari enam bagian pokok, yaitu
1.Bangunan atas
2.Landasan
3.Bangunan bawah
4.Pondasi
5.Oprit
6.Bangunan pengaman jembatan.

Cet iriek sebagai salah satu Kecamatan kuta baro Aceh besar Provinsi Aceh pertumbuhan ekonomi yang pesat dan banyak orang yang melewati memerlukan banyak jalan akses untuk mendukungnya. Dengan dibangunnya jembatan Beton Ceut iriek yang melintang diatas sungai dan menghubungkan ruas jalan alternatif Ceut iriek – ulee kareng yang melintasi Sungai cet iriek hal itu akan terpenuhi. Jembatan cet iriek  ini mempunyai panjang total 100 m, rencananya dibangun di atas 2 pilar dan 2 abutment, dengan  menggunakan strukturBeton Pratekan statis tak tentu dan pondasi sumuran.  Keuntungan dari jembatan bentang menerus dibandingkan dengan bentang dua tumpuan adalah lebih ekonomis karena strukturnya lebih ringan, stabilitas lebih tinggi, serta lendutannya lebih kecil. Dalam Penelitian kami tentang kegagalan dan kerusakan kontruksi bangunan sipil kami memilih untuk meninjau tentang Jembatan cet iriek kecamatan kuta baro Aceh besar Provinsi Aceh.
Dalam penelitian ini kami akan meninjau tentang beberapa penyebab kerusakan dan solusi penanganannya pada jembatan beton cet iriek kecamatan kuta baro Aceh besar provinsi aceh, diantaranya kami akan meninjau tentang kerusakan pada gelagar jembatan, kerusakan pada tumpuan jembatan dan kerusakan pada sambungan jembatan dan kami akan mencoba membahas tentang kerusakan ini dan kami akan mencoba memberi rekomendasi perbaikan.



BAB II
PEMBAHASAN

1.1  STUDI KASUS

1.1.1    Kerusakan Pada Tumpuan Jembatan Beton
Kerusakan tumpuan pada jembatan cet iriek kabupaten kuta baru aceh besar provinsi aceh


Retak pada Tumpuan                             
Rembesan kedalam beton Tumpuan

            Pecah/rontoknya sebagian beton pda Tumpuan    
            Kerontokan Beton pada Tumpuan

Karat tulang besi pada Tumpuan                                
Mutu beton yang jelek           

Beton Berongga / Berbunyi                            
Keropos beton pada tumpuan



Kerusakan pada tumpuan
Kerusakan pada tumpuan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti  :
1.      Pengaruh perbedaan temperatur sifat bahan akan berubah panjang bila terjadi perubahan temperatur, hal ini akan terjadi dorongan pada tumpuan besarnya dorongan ini tergantung dari besarnya koefisien muai panjang dari bahan.
2.      Pengaruh penyusutan akibat creep (rangkak) beton. Beban yang bekerja permanen pada bangunan atas dapat menyebabkan pertambahan deformasi akan mendorong tumpuan jembatan.
3.      Pengaruh deformasi atas akibat beban. Beban yang bekerja pada lantai jembatan menimbulkan deformasi pada bangunan atas. Besarnya deformasi ini tergantung pada besar dan itensitas beban yang bekerja deformasi ini juga akan mendorong tumpuan jembatan.
4.      Pengaruh pergeseran bangunan bawah , terutama yang berpengaruh pada tumpuan jembatan adalah pergerakan pada arah memanjang jembatan. Pergerakan ini dapat terjadi akibat deformasi bangunan bawah itu sendiri maupun pengaruh dari pondasi.
5.      Pengaruh kendaraan menabrak jembatan. Kelalaian pengemudi saat memasuki daerah jembatan, kadang-kadang dapat menabrak jembatan. Tabrakan ini menimbulkan gaya dorong yaang cukup besar dan akhirnya sampai ke tumpuan.
6.      Pengaruh perpendekan elastis pada beton prestres. Pada saat stressing (pada beton prategang) yang dilakukan di tempat, balok akan mengalami perpendekan akibat gaya tekan. Perpendekan yang terjadi akibat gaya tekan ini disebut perpendekan elastis, yang dapat berpengaruh pada tumpuan.
7.      Beban yang berlebihan.

1.2      REKOMENDASI PENANGANAN

1.2.1  Rekomendasi Penanganan
Sebagaimana uraian di atas penyebab kerusakan pada tumpuan. Tumpuan harus menerima beban gaya yang disalurkan dari bangunan atas kebangunan bawah. Oleh karena itu tumpuan harus direncanakan sekuat mungkin agar kontruksi ini tidak rusak akibat beban yang cukup besar itu, untuk jembatan beton sederhana ini (tidak terlalu panjang) maka cukup digunakan tumpuan sendi dan tumpuan rol atau dapat juga di pakai tumpuan elastis. Hal ini juga dapat menghemat biaya untuk membangun jembatan sangat mahal oleh sebab itu pemilihan jenis tumpuan harus mendapat perhatian uan serius.
Secara umum pemilihan tumpuan ini di sesuaikan dengan jenis jembatan, seperti tumpuan dari karet cocok untuk jembatan beton sederhana ini, hal ini di karenakan karet akan lebih tahan lama jika digunakan untuk jembatan beton.
Karena jenis tumpuan bermacam-macam maka perlu hati-hati dalam menetukan jenis tumpuan yang cocok dipakai dalam jembatan. Oleh sebab itu sebelum membangun jembatan harus dipikirkan terlebih dahulu tentang tumpuan yang cocok di gunakan, agar tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan jenis tumpuan. Karena jika terjadi kesalahan dalam menentukan pemilihan jenis tumpuan ini nantinya dapat berakibat penambahan biaya pada kontruksi jembatan itu sendiri dan mengakibatkan kerusakan-kerusakan pada foto-foto tumpuan jembatan seperti jembatan Cet iriek kabupaten kuta baru aceh besar di atas. Dengan demikian seorang perencana jembatan harus mengetahui dengan benar sifat masing-masing tupuan yang ada dan perencana harus sangat teliti pada pekerjaan tumpuan.


 Retak  Pada tumpuan jembatan

Cara penanganan yang dilakukan pada kerusakan akibat retak dapat dilakukan dengan cara :
1. Bersihkan permukaan beton yang retak.
2. Beri tanda bagian beton yang retak.
3. Beri tanda bagian yang retak yang akan diberi alat penyuntik yaitu pada setiap
perpotongan antar retak dan/atau setiap 30 cm.
4. Pasang alat penyuntik.
5. Bagian permukaan beton yang retak diberi bahan penutup (sealant).
6. Suntikan bahan perekat (epoxy) melalui alat penyuntik.
7. Tunggu sampai setting (sesuai spesifikasi bahan), setelah setting maka alat penyuntik dapat dilepaskan.
8. Bersihkan permukaan beton dari bahan sealant dan dirapihkan.
9. Apabila kekuatan struktur berkurang, dapat ditambah perkuatan.
\
 Kerontokan Beton pada tumpuan

Cara penanganan yang dilakukan pada kerusakan kerontokan beton dapat dilakukan
dengan cara :
1. Buang dan lepaskan semua bagian beton yang rusak sampai pada bagian beton yang
baik.
2. Usahakan membersihkan beton sampai kedalaman sekitar 15 mm di bagian      
belakang baja tulangan.
3. Bersihkan semua karat pada baja tulangan.
4. Tambahkan baja tulangan, apabila terdapat 20 % atau lebih baja tulangan yang rusak
atau tidak berfungsi.
5. Lapiskan bahan perekat beton lama dengan beton baru.
6. Pasang bahan beton untuk penambalan dengan kepadatan yang baik sampai elevasi
yang diinginkan.


 Pecah/Hilangnya Sebagian Dari Beton pada Tumpuan

Cara penanganan yang dilakukan pada kerusakan akibat pecah/hilangnya sebagian dari
beton dapat dilakukan dengan cara :
1. Buang dan lepaskan semua bagian beton yang rusak sampai pada bagian beton yang
baik.
2. Usahakan membersihkan beton sampai kedalaman sekitar 15 mm di bagian belakang
baja tulangan.
3. Bersihkan semua karat.
4. Tambahkan baja tulangan, apabila terdapat 20 % atau lebih baja tulangan yang rusak
atau tidak berfungsi.
5. Lapiskan bahan perekat beton lama dengan beton baru.
6. Pasang bahan  beton untuk penambalan dengan kepadatan yang baik sampai elevasi
yang diinginkan.


 Rembesan kedalam  Beton Tumpuan

Cara penanganan yang dilakukan pada kerusakan akibat rembesan ke dalam beton dapat dilakukan dengan cara :
1. Lepaskan dan buang bagian beton yang rusak sampai kedalaman beton yang baik.
2. Periksa kondisi beton, apakah ada keretakan atau tidak.
3. Apabila ada retak, cek apakah bagian beton tersebut masih baik.
4. Perbaiki retak beton dengan bahan dasar semen apabila lebar retak > 0,2 mm dan
dengan bahan dasar epoxy apabila retak < 0,2 mm.
5. Setelah bagian retak diperbaiki, beri lapisan bonding antara beton lama dan beton
baru.
6. Pasangkan bahan penambalan beton khusus sampai elevasi yang diinginkan.

Karat besi tulangan pada tumpuan

Cara penanganan yang dilakukan pada kerusakan akibat karat pada besi tulangan dapat
dilakukan dengan cara :
1. Buang dan lepaskan semua bagian beton yang rusak sampai pada bagian beton yang
baik.
2. Usahakan membersihkan beton sampai kedalaman sekitar 15 mm di bagian belakang
baja tulangan.
3. Bersihkan semua karat.
4. Tambahkan baja tulangan, apabila terdapat 20 % atau lebih baja tulangan yang rusak
atau tidak berfungsi.
5. Lapiskan bahan perekat beton lama dengan beton baru.

Mutu beton yang jelek

Cara penanganan yang dilakukan pada kerusakan akibat mutu beton yang jelek dapat
dilakukan dengan cara :
1. Buang dan lepaskan semua bagian beton yang rusak sampai pada bagian beton yang
baik.
2. Usahakan membersihkan beton sampai kedalaman sekitar 15 mm di bagian belakang
baja tulangan.
3. Bersihkan semua karat pada baja tulangan.
4. Tambahkan baja tulangan, apabila terdapat 20 % atau lebih baja tulangan yang rusak
atau tidak berfungsi.
5. Lapiskan bahan perekat beton lama dengan beton baru.
6. Pasang bahan beton untuk penambalan dengan kepadatan yang baik sampai elevasi
yang diinginkan.
7. Tambahkan perkuatan apabila diperlukan.


Beton berongga/berbunyi

Cara penanganan yang dilakukan pada kerusakan beton yang berongga/berbunyi dapat
dilakukan dengan cara :
1. Buang dan lepaskan semua bagian beton yang rusak sampai pada bagian beton yang
baik.
2. Usahakan membersihkan beton sampai kedalaman sekitar 15 mm di bagian    belakang baja tulangan.
3. Bersihkan semua karat pada baja tulangan.
4. Tambahkan baja tulangan, apabila terdapat 20 % atau lebih baja tulangan yang rusak
atau tidak berfungsi.
5. Lapiskan bahan perekat beton lama dengan beton baru.
6. Pasang bahan beton untuk penambalan dengan kepadatan yang baik sampai elevasi
yang diinginkan



Keropos beton pada tumpuan

Cara penanganan yang dilakukan pada kerusakan beton keropos dapat dilakukan dengan
cara :
1. Buang dan lepaskan semua bagian beton yang rusak sampai pada bagian beton yang
baik.
2. Usahakan membersihkan beton sampai kedalaman sekitar 15 mm di bagian belakang baja tulangan 6 dari 67
3. Bersihkan semua karat pada baja tulangan.
4. Tambahkan baja tulangan, apabila terdapat 20 % atau lebih baja tulangan yang rusak
atau tidak berfungsi.
5. Lapiskan bahan perekat beton lama dengan beton baru.
6. Pasang bahan beton untuk penambalan dengan kepadatan yang baik sampai elevasi
yang diinginkan.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan Dan Saran
1.      Kesimpulan
Jembatan beton cet iriek kabupaten kuta baru aceh besar perlu penanganan dan pemeliharaan terutama di bagian tumpuan jembatan, setelah kami meneliti terdapat beberapa kerusakan pada tumpuan jembatan cet iriek antara lain,: retak pada tumpuan jembatan, beton keropos, beton berongga, besi yang berkarat, pecahnya sebagian beton pada tumpuan, besi yang sudah karatan, rembesan kedalam beton, dengan demikian jembatan cet iriek harus ada perhatian khusus dari pemerintah untuk pemeliharaan dan perbaikan jembatan sebelum kerusakannya makin parah, sebaiknya jembatan cet iriek harus segera ada penanganan dan pemeliharaan secara rutin terutama di bagian tumpuan jembatan.

Kerusakan pada tumpuan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti  :
1.      Pengaruh perbedaan temperatur sifat bahan akan berubah panjang bila terjadi perubahan temperatur, hal ini akan terjadi dorongan pada tumpuan besarnya dorongan ini tergantung dari besarnya koefisien muai panjang dari bahan.
2.      Pengaruh penyusutan akibat creep (rangkak) beton. Beban yang bekerja permanen pada bangunan atas dapat menyebabkan pertambahan deformasi akan mendorong tumpuan jembatan.
3.      Pengaruh deformasi atas akibat beban. Beban yang bekerja pada lantai jembatan menimbulkan deformasi pada bangunan atas. Besarnya deformasi ini tergantung pada besar dan itensitas beban yang bekerja deformasi ini juga akan mendorong tumpuan jembatan.
4.      Pengaruh pergeseran bangunan bawah , terutama yang berpengaruh pada tumpuan jembatan adalah pergerakan pada arah memanjang jembatan. Pergerakan ini dapat terjadi akibat deformasi bangunan bawah itu sendiri maupun pengaruh dari pondasi.
5.      Pengaruh kendaraan menabrak jembatan. Kelalaian pengemudi saat memasuki daerah jembatan, kadang-kadang dapat menabrak jembatan. Tabrakan ini menimbulkan gaya dorong yaang cukup besar dan akhirnya sampai ke tumpuan.
6.      Pengaruh perpendekan elastis pada beton prestres. Pada saat stressing (pada beton prategang) yang dilakukan di tempat, balok akan mengalami perpendekan akibat gaya tekan. Perpendekan yang terjadi akibat gaya tekan ini disebut perpendekan elastis, yang dapat berpengaruh pada tumpuan.

Tumpuan harus menerima beban gaya yang disalurkan dari bangunan atas kebangunan bawah. Oleh karena itu tumpuan harus direncanakan sekuat mungkin agar kontruksi ini tidak rusak akibat beban yang cukup besar itu, untuk jembatan beton sederhana ini (tidak terlalu panjang) maka cukup digunakan tumpuan sendi dan tumpuan rol atau dapat juga di pakai tumpuan elastis. Hal ini juga dapat menghemat biaya untuk membangun jembatan sangat mahal oleh sebab itu pemilihan jenis tumpuan harus mendapat perhatian uan serius.
Secara umum pemilihan tumpuan ini di sesuaikan dengan jenis jembatan, seperti tumpuan dari karet cocok untuk jembatan beton sederhana ini, hal ini di karenakan karet akan lebih tahan lama jika digunakan untuk jembatan beton.
Karena jenis tumpuan bermacam-macam maka perlu hati-hati dalam menetukan jenis tumpuan yang cocok dipakai dalam jembatan. Oleh sebab itu sebelum membangun jembatan harus dipikirkan terlebih dahulu tentang tumpuan yang cocok di gunakan, agar tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan jenis tumpuan. Karena jika terjadi kesalahan dalam menentukan pemilihan jenis tumpuan ini nantinya dapat berakibat penambahan biaya pada kontruksi jembatan itu sendiri dan mengakibatkan kerusakan-kerusakan pada foto-foto tumpuan jembatan seperti jembatan Cet iriek kabupaten kuta baru aceh besar di atas. Dengan demikian seorang perencana jembatan harus mengetahui dengan benar sifat masing-masing tupuan yang ada dan perencana harus sangat teliti pada pekerjaan tumpuan.

2.      Saran
  1. Untuk membuat suatu jembatan perencana harus betul-betul teliti pada pemilihan dan pembuatan tumpuan jembatan karena tumpuan jembatan termasuk bangunan utama dari jembatan dan harus benar-benar teliti untuk membuat suhatu tumpuan jembatan.
  2. Dari jembatan cet iriek kami menemukan beberapa kerusakan pada tumpuan jembatan anntara lain, : retak pada tumpuan jembatan, beton keropos, beton berongga, besi yang berkarat, pecahnya sebagian beton pada tumpuan, besi yang sudah karatan, rembesan kedalam beton, dengan demikian jembatan cet iriek harus ada perhatian khusus dari pemerintah untuk pemeliharaan dan perbaikan jembatan sebelum kerusakannya makin parah.
  3. Jembatan cet iriek kabupaten kuta baru Aceh besar harus ada penanganannya sebelum kerusakan fatal terutama di bagian Tumpuan jembatan.




   

DAFTAR PUSTAKA



MUSTAFA KAMAL

1204101010155
TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SYIAH KUALA
BANDA ACEH